MANADO – Matahari di ufuk Sulawesi Utara terasa lebih hangat pada Selasa (21/04). Di balik riuhnya suasana Kota Manado, sebuah napas baru ditiupkan ke dalam paru-paru pendidikan daerah ini. Bukan sekadar seremoni gunting pita biasa, namun sebuah janji nyata dari pusat untuk masa depan anak-anak di Bumi Nyiur Melambai.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, berdiri berdampingan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti. Keduanya meresmikan program yang digadang-gadang menjadi tonggak transformasi: Sekolah Asri”.

Hadiah dari Presiden untuk Masa Depan

Program ini bukan datang tanpa alasan. Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) inisiasi Presiden Prabowo Subianto, “Sekolah Asri” adalah jawaban atas kerinduan para siswa akan tempat belajar yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga nyaman secara psikis.

Bayangkan anak-anak di pelosok Sulut kini bisa bermimpi di bawah atap yang kokoh, dengan lingkungan yang hijau dan fasilitas yang tak lagi tertinggal oleh zaman.

“Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tapi langkah strategis untuk masa depan anak-anak kita,” ujar Gubernur Yulius dengan nada optimis. Baginya, infrastruktur adalah fondasi utama untuk mencetak SDM unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Langkah ini tidak main-main. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran “jumbo” sebesar Rp231 miliar. Angka fantastis ini dialokasikan untuk menyentuh 248 satuan pendidikan di seluruh penjuru Sulawesi Utara. Rinciannya, 247 sekolah akan direhabilitasi total, sementara satu unit sekolah baru akan berdiri tegak sebagai simbol pemerataan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa zaman telah berganti, maka pendekatan pendidikan pun harus berlari.

“Sekolah tidak hanya harus layak secara bangunan, tetapi juga mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif dan modern,” tegasnya.

Revitalisasi ini mengusung dua pilar utama: perbaikan infrastruktur fisik yang aman dan transformasi pembelajaran berbasis digital. Tak ada lagi kata “sekolah rusak” atau “fasilitas jomplang” antara pusat dan daerah.

Sesuai namanya, “Sekolah Asri” ingin mengubah wajah sekolah menjadi lingkungan yang kondusif. Filosofinya sederhana: dari lingkungan yang tertata, akan lahir pemikiran yang cemerlang. Fokusnya adalah memastikan setiap siswa mendapatkan ruang belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang bergerak serentak ini menjadi solusi konkret atas persoalan klasik pendidikan di Sulut. Kini, bola ada di tangan kita semua untuk mengawal transformasi ini.

Dengan sekolah yang lebih modern, asri, dan nyaman, Sulawesi Utara siap melompat maju, membuktikan bahwa dari ujung utara Indonesia, generasi petarung dan pemenang sedang dipersiapkan. (*)