MANADO — Matahari Sabtu pagi (2/5/2026) baru saja memanjat langit Kecamatan Tikala, namun hawa panas yang terasa di lapangan Kawanua Padel bukan sekadar karena cuaca. Ada energi yang meluap dari sorak-sorai ratusan orang yang memadati tribun, sebuah keriuhan yang menandai babak baru dunia olahraga di Sulawesi Utara.

Hari itu bukan sekadar perayaan pembukaan sebuah gedung olahraga. Grand Opening Kawanua Padel menjelma menjadi panggung unjuk gigi bagi sebuah tren yang sedang naik daun: Padel. Olahraga yang memadukan kecepatan tenis dan strategi squash ini kini resmi memiliki “rumah” baru di jantung Kota Manado.

Sejak pagi hari, atmosfer kompetisi sudah terasa hidup. Bunyi bola yang beradu dengan raket karbon terdengar ritmis, menyatu dengan dukungan penonton yang menciptakan energi positif bagi para atlet. Turnamen ini tidak memandang kasta kemahiran; mulai dari kategori Womens Beginner, Mens Beginner, Mens Bronze, hingga kelas bergengsi Mixed Open, semuanya tersaji dengan tensi tinggi yang sehat.

Keberagaman kategori ini menjadi bukti kuat bahwa padel mampu menjangkau berbagai kalangan, dari mereka yang baru pertama kali memegang raket hingga pemain yang sudah berpengalaman.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana orang bisa berolahraga sekaligus terhubung satu sama lain. Padel bukan sekadar olahraga, melainkan sarana membangun relasi sosial,” ungkap Britney, panitia utama turnamen yang menjadi motor penggerak acara ini.

Sentimen serupa dirasakan oleh Kelly, salah satu peserta yang ikut berkeringat di lapangan. Baginya, Kawanua Padel adalah tempat mencari keluarga baru.

“Ini kesempatan untuk bertemu orang baru, memperluas jaringan, dan tentunya meningkatkan kemampuan bermain,” katanya dengan nada bangga.

Tren Positif di Tanah Nyiur Melambai

Padel bukan lagi sekadar hobi musiman. Berdasarkan catatan Asosiasi Padel Indonesia, jumlah pemain aktif di Sulawesi Utara melonjak signifikan hingga 30 persen dalam setahun terakhir. Fenomena ini menandakan bahwa padel telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus sarana membangun komunitas dan jejaring bisnis.

Kehadiran fasilitas modern seperti Kawanua Padel juga menarik perhatian pengamat olahraga. Turnamen semacam ini dinilai dapat mempercepat popularitas olahraga di daerah, sekaligus berpotensi memikat minat wisatawan serta investor untuk mengembangkan ekosistem olahraga modern di Manado.

Sebagai bentuk motivasi, para pemenang turnamen tidak hanya pulang membawa kebanggaan. Mereka mendapatkan penghargaan berupa piagam, merchandise eksklusif, serta uang pembinaan untuk terus mengasah prestasi mereka di masa depan.

Seiring berakhirnya turnamen, Padel semakin mengukuhkan posisinya sebagai olahraga kekinian yang digemari masyarakat Sulawesi Utara. Ke depan, harapan besar tertumpu pada munculnya ajang-ajang serupa yang mampu memperkuat ekosistem olahraga sekaligus mempererat kebersamaan dalam semangat sportivitas yang murni. (dou)