AMURANG – Mentari pagi baru saja meninggi di langit Minahasa Selatan, namun keriuhan di Pasar 54 Amurang sudah mencapai puncaknya, Selasa (5/5/2026). Di antara aroma khas rempah dan deru aktivitas jual beli, langkah kaki Senator Stefanus Ban Liow memecah kerumunan. Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara ini tidak datang sekadar untuk menyapa, melainkan untuk memastikan “piring nasi” rakyat tetap terisi.
Kunjungan kerja kali ini terasa berbeda. Senator Stefanus tidak sendirian. Ia menggandeng Pimpinan Wilayah Bulog Sulut dan Gorontalo, Erwin Tora, serta Manager Pemasaran Sherly Ransingin. Kehadiran mereka di jantung ekonomi Amurang ini memiliki satu misi krusial: Monitoring dan Evaluasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Bukan di balik meja formal, Senator Stefanus memilih berdialog langsung dengan perwakilan ‘emak-emak’ yang tengah berbelanja. Dengan saksama, ia mendengarkan aspirasi kaum ibu yang menjadi manajer keuangan rumah tangga paling tangguh.
“Kami melakukan monitoring ini untuk memastikan distribusi pasokan bahan pokok tepat sasaran. Bukan hanya soal barangnya ada, tapi kuotanya harus pas untuk masyarakat,” tegas Senator Stefanus di sela-sela peninjauan.
Setiap bulan, melalui program CPP, masyarakat penerima bantuan berhak mendapatkan 10 kg beras dan 2 kg minyak goreng. Bagi banyak keluarga di Minahasa Selatan, angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jaminan ketenangan dapur mereka.
Dialog hangat pun tercipta saat jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan ikut bergabung. Senator dan Rombongan Pinwil Bulog beranjak ke Kantor Kecamatan Amurang. Di sana sudah menunggu sejumlah perwakilan ‘emak-emak’. Dalam sesi itu, Sang Senator dan Pinwil Bulog terlibat dialog humanis dengan emak-emak. Suasananya mengalir tanpa rasa canggung.
Tak hanya emak-emak. Sekretaris Dinas Perdagangan Minsel, Roy Mandey, dan Camat Amurang, Petrus Ulaan, tampak serius berdiskusi dengan sang Senator dan Pimwil Bulog.
Ada harapan besar yang dititipkan Pemkab Minsel. Mengingat tradisi “Pengucapan Syukur” yang akan jatuh pada Juli mendatang—sebuah momen sakral dan perayaan besar bagi warga Minahasa—Roy Mandey mengusulkan agar Bulog memberikan dukungan penuh pada agenda Pasar Pangan Murah.
Gayung pun bersambut. Erwin Tora selaku nahkoda Bulog di wilayah ini memberikan angin segar.
“Bulog tentu akan mensuport pelaksanaan kegiatan pasar pangan murah tersebut,” jawab Erwin mantap, disambut senyum lega para pejabat daerah.
Tak hanya itu, Camat Amurang Petrus Ulaan juga melobi agar ada penambahan kuota distribusi di wilayahnya guna memastikan tidak ada warga yang terlewatkan. Sebuah aspirasi yang langsung dicatat oleh pihak Bulog sebagai komitmen keberlanjutan.
Komitmen dari Pusat hingga Daerah
Langkah nyata Stefanus Ban Liow di Amurang ini merupakan perpanjangan tangan dari koordinasi intensif Komite II DPD RI dengan Perum Bulog Pusat. Semangatnya satu: stabilitas pasokan dan pemerataan distribusi.
Meski fokus hari ini berada di Minahasa Selatan, komitmen serupa juga terus didorong oleh para legislator Sulut untuk menjangkau wilayah lain yang membutuhkan penguatan ketahanan pangan. Bagi masyarakat Amurang, kehadiran Senator dan Bulog di pasar hari itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan bukti bahwa negara hadir, mendengar, dan memastikan kebutuhan pokok mereka tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Saat rombongan meninggalkan pasar, aktivitas di Pasar 54 kembali normal. Namun, ada harapan baru yang tertinggal di sana—bahwa menjelang perayaan Pengucapan Syukur nanti, meja makan warga akan tetap penuh berkat sinergi yang terjalin erat antara wakil rakyat, pemerintah, dan Bulog. (dou)



Tinggalkan Balasan