AMURANG, SorotanNews.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Lomba Kreativitas Anak Bangsa dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Acara yang disponsori oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara ini dibuka langsung oleh Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, di Aula Waleta Kantor Bupati, Rabu (6/5/2026) pagi.

Ketua Panitia Pelaksana, Marthen Watuseke, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Arthur Tumipa, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang unjuk bakat bagi ratusan siswa. Terdapat empat kategori lomba yang dipertandingkan dengan nuansa lokal yang kental.

“Ada empat mata lomba utama, yakni Lomba Menu Sehat antar 17 kecamatan, Lomba Trio Tembang Dialek Tontemboan, Lomba Trio Komedian Dialek Tontemboan, serta Lomba Yel-yel Tontemboan,” papar Watuseke di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari penuh ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai satuan pendidikan di Minsel. Riuh semangat para siswa dan guru tampak memenuhi lokasi acara sejak pagi hari.

Bupati Franky Wongkar dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Pendidikan, para guru, dan siswa yang antusias mengikuti agenda ini. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi unik yang harus terus diasah.

“Saya meyakini siswa kita punya talenta, potensi, dan kemampuan hebat. Namun, hal itu harus dikembangkan secara konsisten, baik oleh siswa itu sendiri maupun melalui dukungan penuh dari orang tua dan guru,” ujar Franky.

Secara khusus, orang nomor satu di Minsel ini juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia atas sinergitas yang terjalin selama ini. “BI selalu memberikan perhatian bagi Minsel, baik dalam pengembangan kreativitas maupun pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Soroti Kasus Kekerasan dan Kenakalan Remaja

Di balik kemeriahan lomba, Bupati Franky Wongkar memberikan catatan serius mengenai dinamika perlindungan anak di wilayahnya. Ia mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya angka kekerasan terhadap anak setiap tahunnya.

“Kita harus mencari tahu apa faktor penyebabnya. Banyak kasus yang terjadi saat ini, baik yang sudah masuk ke ranah hukum maupun yang diselesaikan melalui pendampingan psikologis profesional oleh Dinas P3A,” tegas Bupati.

Tak hanya soal kekerasan, Franky juga menyentil fenomena kenakalan remaja yang mulai mengkhawatirkan di Minsel. Ia menceritakan peristiwa miris yang melibatkan oknum peserta didik.

“Sangat memprihatinkan, ada peserta didik tingkat SMP yang terlibat dalam pembuatan ‘panah wayer’ di wilayah Amurang Raya. Sering juga terjadi perkelahian antar siswa. Catatan ini penting untuk dievaluasi bersama,” ungkapnya dengan nada serius.

Bupati menekankan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah dan keluarga untuk mengawasi tumbuh kembang anak.

“Siswa menghabiskan waktu sekitar 7 jam di sekolah, sementara 17 jam sisanya ada di rumah. Jadi, elaborasi antara guru dan orang tua sangat diperlukan. Butuh sinergitas agar masalah-masalah sosial seperti ini bisa kita selesaikan sejak dini,” pesannya.

Ia berharap, usai kegiatan lomba ini, para peserta didik dapat menjadi motor penggerak positif di lingkungan mereka masing-masing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Darmawan TB Hutabarat, Sekretaris Daerah Minsel Glady Kawatu, serta jajaran pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Minsel. (dou)