AMURANG, SorotanNews.com – Jagat media sosial di Minahasa Selatan tengah dihangatkan oleh isu panas pasca-Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Gerindra Sulut beberapa hari lalu. Berembus kabar bahwa posisi Ketua DPC Gerindra Minahasa Selatan (Minsel) tengah diincar kembali oleh mantan ketuanya, Fredee Aris Masie (FAM).

Namun, manuver FAM tersebut justru menuai reaksi miring dari internal partai. Sejumlah kader Gerindra Minsel bahkan menganggap isu perebutan kursi ketua tersebut sebagai sebuah lelucon politik.

Bukan tanpa alasan para kader bereaksi keras. Mereka mengingatkan kembali jejak digital FAM yang dinilai fatal bagi marwah partai. Dua tahun lalu, saat masih menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Minsel, FAM secara mengejutkan menyatakan mundur di hadapan publik.

Tak hanya mundur, FAM kala itu juga melakukan aksi nekat memprotes partai dengan merobek baliho Partai Gerindra serta baliho YSK yang saat itu maju sebagai Calon Gubernur. Aksi tersebut diduga dipicu rasa kecewa lantaran dirinya tidak mendapat rekomendasi dari Gerindra untuk maju sebagai Calon Wakil Bupati Minsel. Rekaman aksi robek atribut organisasi itu pun sempat viral di media sosial.

“Lantas sekarang mau jilat lidah sendiri? Seenak jidatnya. Mungkin beliau lagi lucu-lucunya, sedang lupa diri tampaknya, dulu sobek baliho sekarang mau lagi, tak semudah itu itu Ferguso,” sindir sejumlah kader Gerindra Minsel yang enggan disebutkan namanya, Senin (25/5/2026).

Solid di Bawah Kepemimpinan Ester Kalangie

Para kader menegaskan bahwa roda organisasi DPC Gerindra Minsel saat ini sudah berjalan sangat baik di bawah komando Ester Kalangie, pasca-kepemimpinan dialihkan dari AGK. Ester, yang juga merupakan anggota DPRD Minsel, dinilai sebagai figur yang tepat untuk membesarkan partai.

“Berikan kepercayaan dulu pada Ester Kalangie. Apalagi beliau dinilai sangat mampu memimpin. Meskipun seorang perempuan, beliau adalah kader muda yang matang, tenang, dan punya DNA kerakyatan yang kuat,” tegas para kader.

Respons DPD Gerindra Sulut: Ada Mekanisme, Tunjukkan Loyalitas!

Menanggapi isu yang berkembang, Wakil Ketua DPD Gerindra Sulut, Tommy Pantow, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra adalah partai yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung atau kembali berjuang bersama. Namun, ia mengingatkan ada aturan main yang harus dipatuhi.

“Kalau ada yang mau bergabung, silakan. Berproseslah menjadi kader dan tunjukkan loyalitas terlebih dahulu,” kata Tommy saat dikonfirmasi.

Tommy menjelaskan bahwa urusan pengisian jabatan strategis seperti posisi Ketua DPC memiliki mekanisme internal yang ketat dan sepenuhnya merupakan kewenangan DPD serta DPP Gerindra.

Ia juga menilai isu pergantian kepemimpinan di Minsel saat ini masih terlalu dini untuk digulirkan. “Apalagi sekarang Gerindra Minsel sudah punya nakhoda resmi,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Fredee Aris Masie (FAM) belum berhasil dikonfirmasi terkait isu manuver dirinya di Gerindra Minsel. (*)