MANADO, SorotanNews.com– Komitmen visioner serta jejaring kemitraan strategis yang diorkestrasi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, sukses membawa lompatan signifikan bagi sektor agraria di Bumi Nyiur Melambai.
Manifestasi nyata dari kredibilitas dan kepemimpinan berintegritas sang Gubernur mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), yang direalisasikan melalui penggelontoran stimulus program pembangunan pertanian berskala besar secara masif.
Salah satu pencapaian paling monumental dalam kemitraan ini adalah ekspansi dramatis alokasi lahan untuk program budidaya jagung nasional di Sulawesi Utara. Target awal yang semula dicanangkan seluas 15.000 hektar kini didongkrak secara eksponensial menjadi 50.000 hektar. Akselerasi kuota lahan hingga lebih dari tiga kali lipat ini menjadi rujukan sahih atas tingginya kepercayaan pemerintah pusat terhadap tata kelola dan manajemen pembangunan agrikultur di bawah nakhoda Gubernur Yulius Selvanus.
Saat ini, Kementerian Pertanian bersama jajaran terkait tengah memacu penyelesaian kontrak administrasi yang linier dengan pendistribusian logistik benih unggul ke basis-basis klaster petani di daerah. Rincian kemajuan realisasi di sejumlah wilayah prioritas adalah sebagai berikut:
- Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong): Telah tuntas disalurkan sebanyak 73 ton benih jagung guna mengakomodasi pemanfaatan lahan seluas 4.900 hektar.
- Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel): Sebanyak 30 ton benih telah tersalurkan untuk lahan seluas 2.000 hektar, sementara 4.000 hektar sisanya kini berada dalam fase finalisasi kontrak.
- Kabupaten Minahasa Utara (Minut): Pasokan logistik benih sebanyak 53 ton untuk area tanam seluas 3.500 hektar dijadwalkan tiba di lokasi pada minggu ketiga Juni 2026.
- Kota Tomohon: Telah direalisasikan penyaluran 10,5 ton benih untuk memfasilitasi luasan lahan sebesar 700 hektar.
- Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel): Sebanyak 37,5 ton benih jagung telah disalurkan untuk mencakup area seluas 2.500 hektar.
- Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra): Distribusi 60 ton benih untuk klaster lahan seluas 4.000 hektar saat ini sedang dalam proses mobilisasi ke tingkat petani.
Adapun bagi kabupaten dan kota lainnya di seluruh jurisdiksi Sulawesi Utara, akselerasi program saat ini berada pada fase krusial, yakni tahap pengusulan, penyaringan, serta penuntasan verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) guna memastikan ketepatan sasaran integrasi program dari Kementan RI.
Modernisasi Mekanisasi Tani dan Penguatan Infrastruktur Pengairan
Diplomasi tingkat tinggi dan kedekatan strategis yang dibangun Gubernur Yulius Selvanus dengan Menteri Pertanian tidak hanya mengamankan pasokan benih, melainkan juga berhasil menjemput paket modernisasi alat mesin pertanian (Alsintan) berteknologi mutakhir. Merespons proposal taktis Gubernur, Kementan RI secara resmi menjatahkan alokasi armada Traktor Besar Roda Crawler guna meningkatkan produktivitas mekanisasi lahan di daerah.
Distribusi armada mekanisasi modern tersebut diproyeksikan mencakup beberapa wilayah, meliputi: Bolmong (5 unit), Minahasa (5 unit), Minsel(3 unit), Mitra (3 unit), Bolsel (3 unit), dan Kotamobagu (3 unit). Pengiriman unit traktor canggih dari gudang pusat kini tinggal menunggu finalisasi administratif legalitas kelompok tani yang diusulkan oleh tim penyuluh berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat, selaras dengan ketentuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026.
Di samping akselerasi mekanisasi, terobosan besar juga menyasar pilar infrastruktur pengairan pertanian. Provinsi Sulawesi Utara sukses mengamankan alokasi Bangunan Konservasi Air di 40 titik strategis, yang mencakup instalasi DAM Parit, long storage, serta embung penampung air. Intervensi ini diperkuat oleh program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (PITER) serta agenda Optimalisasi Lahan Sawah seluas 3.000 hektar yang diprioritaskan pada revitalisasi kawasan eks-cetak sawah.
Menyikapi derasnya arus stimulus ini, jajaran Dinas Pertanian di tingkat Kabupaten dan Kota diinstruksikan untuk bergerak taktis dan responsif dalam merampungkan dokumen usulan kelompok tani penerima manfaat. Langkah proaktif ini krusial agar akselerasi program dapat segera diutilisasi dan memberikan dampak ekonomi riil bagi masyarakat luas.
Menutup keterangannya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Nova Wilhelmina Pangemanan, SPt, MSi, menegaskan urgensi capaian ini bagi masa depan daerah.
“Keberhasilan eskalasi alokasi bantuan ini merupakan momentum strategis untuk memperkokoh pilar ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi stimulus kuat dalam mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan para petani di seluruh pelosok Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus,” pungkas Nova. (dou)



Tinggalkan Balasan