MANADO, SorotanNews.com— Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian sekaligus Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Provinsi Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Kamis (20/8/2026).

Dalam arahannya di hadapan ratusan penyuluh dan pemangku kepentingan sektor agraris, Gubernur menegaskan bahwa sektor pertanian bukan sekadar mata pencaharian tradisional, melainkan pilar utama pembangunan daerah. Pertanian memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional, menggerakkan roda ekonomi masyarakat, menyerap tenaga kerja, mengendalikan laju inflasi, serta meningkatkan tingkat kesejahteraan para petani di Bumi Nyiur Melambai.

Peran Strategis Penyuluh Pertanian

Gubernur Yulius Selvanus secara khusus menyoroti peran vital penyuluh pertanian di lapangan. Menurutnya, penyuluh tidak boleh hanya membatasi diri pada pendampingan proses tanam hingga panen semata, melainkan harus bertransformasi menjadi aktor multiperan yang adaptif terhadap era digital dan modernisasi agribisnis.
Penyuluh diharapkan mampu tampil sebagai penggerak inovasi, pendamping hilirisasi produk, penjaga keakuratan data pertanian, serta pemersatu kelembagaan petani.
Lewat pendampingan berkelanjutan, penyuluh bertugas membukakan akses teknologi mutakhir dan memastikan setiap produk pertanian memiliki nilai tambah (added value) serta kepastian pasar yang jelas.
“Dekatlah dengan petani, dengar keluhannya, bantu carikan solusinya. Karena jika petani sejahtera, maka Sulawesi Utara sejahtera,” tegas Gubernur Yulius.

Komitmen Swasembada & Modernisasi Pertanian

Untuk mendukung transformasi sektor agraris, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berkomitmen memperkuat langkah-langkah menuju swasembada pangan berkelanjutan. Dukungan komprehensif disiapkan dari hilir ke hulu, mencakup:
  • Penyediaan bantuan benih unggul dan pupuk bersubsidi,
  • Perbaikan serta pembangunan jaringan irigasi,
  • Peningkatan mekanisasi pertanian dan kemudahan akses pembiayaan usaha tani,
  • Kepastian penyerapan hasil panen di pasar, serta
  • Akselerasi digitalisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Mitigasi Risiko Kekeringan

Di samping memacu produktivitas, Gubernur juga memperingatkan seluruh jajaran instansi terkait untuk tetap waspada terhadap ancaman kekeringan akibat fenomena iklim. Pemprov Sulut menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk memperkuat sinergi inter-lembaga dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan potensi gagal panen.
Langkah strategis yang disiapkan meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, pengelolaan manajemen air yang efisien, percepatan pola tanam, hingga pendistribusian varietas tanaman unggul yang tahan terhadap kondisi minim air (dou)