
Langkah menyentuh ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, Roni Albertus Santoso, S.H., M.H., didampingi sang istri tercinta.
Usai menggelar aksi donor darah di kantor Kejari, rombongan bergerak membawa kepedulian menuju panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu. Sebuah gestur sederhana, namun bernilai mendalam dan patut mendapat apresiasi tinggi.
Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan melalui Kasi Intelijen, Sonny Arvian Hadi Purnomo, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa anjangsana ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggilan jiwa untuk merawat rasa empati antar sesama.

“Ini adalah panggilan kemanusiaan untuk saling berbagi dalam rangka menyambut hari lahir Kejaksaan,” ujar Sonny.
Sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Roni Albertus Santoso, SH, MH sejak awal pembukaan rangkaian Harlah ke-81—yang juga diwarnai dengan pekan olahraga hingga fun walk—menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk memberikan dampak nyata, jauh melebihi formalitas seremoni belaka.
Terdapat tiga pijakan utama yang ingin ditanamkan melalui aksi kemanusiaan ini:
Internalisasi Nilai Adhyaksa: Menanamkan jiwa keadilan yang berimbang dengan kepedulian sosial, mewujudkan sosok jaksa yang profesional, peduli, dan humanis.
Penguatan Sinergitas: Mempererat hubungan kerja sama antara Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah tanpa sekat pembatas.
Pendekatan Masyarakat: Meruntuhkan dinding pemisah dan mendekatkan institusi Kejaksaan ke jantung kehidupan seluruh lapisan masyarakat.
Aksi nyata Kejari Minsel di Panti Asuhan Gideon menjadi bukti nyata bahwa keadilan dan kemanusiaan adalah dua sisi koin yang tak terpisahkan. Di usia yang ke-81 tahun, Kejaksaan tak hanya hadir sebagai pengawal hukum yang tangguh, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat yang memiliki empati mendalam. (dou)

Tinggalkan Balasan