BITUNG, SorotanNews.com— Kontingen Go Ju Kai Minahasa Selatan (Minsel)-Minahasa Tenggara (Mitra) tampil dalam Karate Gojukai Open Tournament Kajati Sulut Cup V Tahun 2026 yang digelar di Kota Bitung.
Dalam ajang yang mengusung nama Gojukai Indonesia Pengda Sulut tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan mengirimkan 13 atlet, didampingi 4 pelatih dan 3 official. Kontingen merupakan gabungan atlet dari dua kabupaten yang menjadi wilayah kerja Kejari Minsel, yakni Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.

Menariknya, dari 13 atlet yang diturunkan, 7 di antaranya merupakan atlet cilik. Komposisi tersebut menunjukkan perhatian serius Go Ju Kai Minsel-Mitra terhadap pembinaan karate sejak usia dini.
Keikutsertaan dalam turnamen ini pun tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Kejari Minsel-Mitra memprioritaskan pembinaan atlet karate usia dini sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan karateka-karateka berprestasi dari Minsel dan Mitra.
Meski demikian, kontingen tetap datang dengan target prestasi. Dari 13 atlet yang diturunkan, Go Ju Kai Minsel-Mitra membidik sedikitnya 8 medali emas dalam berbagai kelas yang diikuti.
Setibanya di Kota Bitung, kontingen langsung mengikuti prosesi pembukaan Karate Gojukai Open Tournament Kajati Sulut Cup V Tahun 2026.
Kontingen Go Ju Kai Minsel-Mitra dipimpin langsung oleh Ketua Umum Gojukai Minsel-Mitra, Ronny Albertus Santoso, SH, MH, yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan. Sementara Ketua Harian Gojukai Minsel-Mitra, Frangky Lumi, turut mendampingi perjuangan para atlet.
Ketua Harian Gojukai Minsel-Mitra, Frangky Lumi, mengatakan pihaknya tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada para atlet. Namun, melihat potensi dan kesiapan yang dimiliki, target delapan medali emas dinilai cukup realistis.
“Minsel-Mitra tentu memiliki atlet-atlet luar biasa. Kami meyakini akan memboyong medali. Target kami delapan medali emas,” tandas Frangky.
Menurutnya, pembinaan atlet usia dini menjadi salah satu perhatian utama. Keberadaan tujuh atlet cilik dalam kontingen kali ini diharapkan menjadi bagian dari proses regenerasi karateka Minsel-Mitra.
“Yang paling penting bukan hanya mengejar medali hari ini. Kami ingin membangun fondasi pembinaan sejak usia dini, sehingga ke depan akan lahir atlet-atlet karate Minsel-Mitra yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Frangky juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan Ketua Umum Gojukai Minsel-Mitra, Ronny Albertus Santoso, SH, MH. Dukungan dan perhatian tersebut dinilai memberikan motivasi sekaligus kepercayaan diri kepada para atlet.
“Sokongan dukungan penuh dan perhatian yang diberikan Ketua Umum Gojukai Minsel-Mitra, Ronny Albertus Santoso, SH, MH, sangat luar biasa. Sehingga atlet-atlet sangat siap secara mental maupun fisik,” ujarnya.
Dengan kekuatan 13 atlet, 4 pelatih dan 3 official, serta tujuh atlet di antaranya merupakan karateka cilik, Go Ju Kai Minsel-Mitra membawa dua misi sekaligus ke Kota Bitung: meraih prestasi dan membangun regenerasi atlet karate sejak usia dini.
Target 8 medali emas menjadi tantangan bagi para karateka untuk membuktikan hasil latihan mereka di atas tatami. Namun lebih dari sekadar perolehan medali, keikutsertaan ini menjadi langkah penting dalam membangun generasi karateka Minsel-Mitra yang disiplin, tangguh, sportif dan bermental juara. (dou)

Tinggalkan Balasan