AMURANG, SorotanNews.com— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Pergerakan Masyarakat Kota Amurang (Permata) menggelar Round Table Discussion (RTD) guna membedah potensi dan kemandirian fiskal Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kota Amurang. Diskusi terpumpun tersebut berlangsung di Kantor KPU Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (18/9/2026).
PWI selaku penyelenggara menyebutkan bahwa RTD ini digelar untuk memicu sekaligus menghidupkan percakapan publik perihal isu CDOB Kota Amurang. Lebih lanjut, ditegaskan bahwa PWI sebagai organisasi profesi pers akan terus mengawal proses ini, salah satunya dengan menyiapkan kalender agenda berkelanjutan untuk menggulirkan program percakapan publik terkait isu-isu strategis dan relevan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Permata, Donny Jahya Tampemawa, S.H., M.H., hadir sebagai keynote speaker. Donny menekankan bahwa esensi kemandirian fiskal daerah harus berujung pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan pelayanan publik yang nyata.
“Tujuan akhirnya sederhana, agar keluarga hidup lebih baik. Pembentukan kota baru harus didukung oleh ekonomi yang kuat, mampu membuka lapangan kerja, serta membiayai pelayanan masyarakat,” tegas Donny.
Mengacu pada data BPS Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2025, Donny menguraikan kondisi makro-sosio-ekonomi daerah:
PDRB ADHB Triwulan III 2025: Rp3,46 triliun. Pertumbuhan Ekonomi (y-on-y): 5,51%. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 4,77%. Angka Kemiskinan: 8,26% (sekitar 17,6 ribu orang). Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 76,47. Pengeluaran Riil per Kapita Disesuaikan: Rp12,99 juta per tahun.
Donny memaparkan tiga pilar proyek utama penggerek ekonomi CDOB Amurang, yaitu pusat perdagangan/jasa/keuangan, logistik dan transportasi, serta Kawasan Industri RUKAPI (sekitar 2.000 ha).
Ia juga menyoroti pentingnya kerangka hilirisasi daerah—mulai dari proses menghasilkan, mengumpulkan, mengolah, mengangkut, hingga menjual—agar nilai tambah hasil kebun dan laut tetap berputar di daerah.
“Peningkatan ekonomi harus diimbangi transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh tingkat rumah tangga,” tambahnya.
Potensi Maritim dan Trans-Sulawesi
Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda Sulut (FORKOM PKA), Boy Tumiwa, menyebut Amurang dan wilayah Minsel secara umum memiliki modal maritim yang amat menjanjikan.
“Kita punya laut yang kaya dan pelabuhan yang jika dioptimalkan secara maksimal akan menjadi dorongan utama bagi kemandirian fiskal daerah,” ujar Tumiwa. Ia juga mengingatkan kembali rancangan tata ruang terdahulu karya almarhum Yantje Wauran yang mendesain kawasan Amurang secara terintegrasi sebagai daerah perlintasan (trans).
Senada dengan hal tersebut, pelaku usaha sektor kemaritiman, Sonny Sariowan, menegaskan letak geografis Amurang sangat strategis di jalur Trans-Sulawesi. Menurutnya, optimalisasi Pelabuhan Amurang dapat memangkas jalur distribusi barang dibanding melintasi Pelabuhan Bitung.
“Jika kapal-kapal barang masuk via Amurang, jarak tempuh dan biaya distribusi logistik menuju Bolaang Mongondow Raya (BMR) hingga Gorontalo jauh lebih efisien ketimbang lewat Bitung. Selain itu, fasilitas Pelelangan Ikan di Amurang perlu difungsikan secara penuh,” jelas Sonny.
Forum RTD yang diselenggarakan secara egaliter ini menghasilkan sejumlah pokok-pokok pikiran rekomendasi pemetaan penting, meliputi Peta Potensi, Peta Fiskal, Peta Investasi, Peta Persoalan, hingga Roadmap awal Pembangunan CDOB Kota Amurang.
Sekretaris FORKOM PKA Jacky Wauran dan Sekretaris Permata Moody Liow menegaskan pihaknya akan terus bersikap welcome dan siap berkolaborasi dengan pihak-pihak manapun yang ikut dan mau berkontribusi dalam mendorong sekaligus menghidupkan percakapan publik isu-isu CDOB Kota Amurang dari berbagai aspek. Menurutnya keduanya ini dimaksudkan untuk memperkaya sekaligus mempertajam argumentasi kelayakan Amurang menuju DOB.
Diketahui RTD itu dihadiri sejumlah tokoh kunci FORKOM PKA dan Permata, yakni Ketua Harian FORKOM PKA Frengky Lelengboto, Ketua Harian Permata Ferry Mohede, Praktisi Penyelenggara Tommy Moga, Ketua PWI Tamura Watung, Sekretaris PWI Wenly Kawengian dan Bendahara Devy Karamoy. (*)

Tinggalkan Balasan